Today: January 17, 2018

Archive for the ‘Kota dan Perkotaan’ Category

Right to The Digital City: Perbincangan Tentang Smart City

December 9, 2017 @ 10:53 am
posted by rahmat yananda
Oleh : M. Rahmat Yananda Tulisan ini membahas tentang perkembangan kota termutakhir dikaitkan dengan pemikiran Henri Lefebvre tentang Right To The City (RTC). Gagasan RTC mengemuka sebagai respon terhadap terjadinya deprivasi (deprived) dan diskonten (discontent) di masyarakat industri Konsep produksi ruang secara triadik juga ikut dibahas sebagai pengantar memahami pemikiran Lefebvre. Kota-kota hadir karena pengaruh teknologi/inovasi semenjak ditemukannya mesin uap dan terus berlanjut dengan kehadiran komputer dan berkembangnya teknologi digital. Kota-kota terkini mengikuti perkembangan teknologi komputer dan internet tersebut,  dari mulai kota virtual, informational, intelligent, digital, ubiquitous, yang semuanya dapat ditempatkan di bawah payung Smart City (SC). Dalam perjalanannya, pembangunan dan perkembangan SC ditenggarai sarat kepentingan korporasi dan menjadikan pemerintah sebagai agennya. Baca Selengkapnya:  Right to The Digital City.pdf Continue Reading

Pembangunan Kota: Berbasis Manusia Versus Tempat

February 8, 2017 @ 11:12 am
posted by rahmat yananda
Tudingan Anies Baswedan kepada pasangan calon (paslon) petahana Basuki – Djarot yang hanya fokus pada pembangunan fisik Jakarta mengemukakan isu klasik dalam pembangunan kesejahteraan, yaitu berbasis manusia versus berbasis tempat. Tudingan tersebut muncul dalam debat perdana (13/01/17) paslon Gubernur DKI Jakarta 2017 – 2022. Paslon Agus – Sylvi menyampaikan akan menggelontorkan bantuan tunai sementara dan program 1 miliar berbasis Rukun Warga (RW). Paslon Anies – Sandi yang berkampanye tentang penguatan ekonomi warga berbasis kecamatan. Paslon ini juga akan meningkatkan pelayanan Kartu Jakarta Pintar (KJP) berbasis individu, yang merupakan kelanjutan dari program Basuki – Djarot. . Dikotomi pembangunan (kota) berbasis manusia versus tempat adalah perdebatan klasik (Louis Winnick dalam Roger Bolton, 1992) dalam kebijakan perkotaan. Menurut Winnick, peningkatan kesejahteraan lebih ideal berbasis individu dibandingkan peningkatan kesejahteraan berbasis tempat. Oposisi individu Continue Reading

Identitas Kompetitif Jakarta

January 13, 2017 @ 3:25 pm
posted by rahmat yananda
Jakarta yang akan mencari pemimpin untuk periode 2017 – 2022 seharusnya mendapatkan gubernur yang mampu mendorong pembangunan region perkotaan Jakarta;  menjadi Jakarta teladan pembangunan kota – kota nasional;  dan Jakarta membangun reputasi bangsa sebagai kota global.  Jakarta harus melakukan hal tersebut karena memiliki fungsi – fungsi unggul dan sumber daya perkotaan. Perdebatan Pemilukada DKI Jakarta 2017 sarat dengan isu – isu lokal terkait pembangunan infrastruktur, efektivitas birokrasi dan pemimpin, program pelayanan warga dan lain – lain. Perdebatan isu terjadi antar kandidat dan tak kalah serunya adalah perdebatan anggota tim sukses dan pendukung (baca : follower di media sosial). Sayangnya, perdebatan tersebut belum mengantarkan pemilih dan khalayak secara tegas pada posisi di mana Jakarta akan ditempatkan dalam pembangunan tingkat region perkotaan, nasional dan global. Tulisan ini mencoba membantu memosisikan Jakarta dalam tingkat global, yang kemudian bisa dimanfaatkan Continue Reading

Pembangunan Perkotaan dan KBE

January 11, 2017 @ 12:31 pm
posted by rahmat yananda
Kehadiran investasi asing membawa industri berbasis teknologi yang mampu mempromosikan dan mendorong ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy/KBE) adalah kabar menggembirakan untuk Indonesia. Laporan yang bertajuk “Indonesia Innovation Profile” dalam Innovation in Southeast Asia (OECD, 2013) dapat menggambarkan keadaan Indonesia dalam pembangunan KBE yang ditopang oleh  ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, masih merupakan perjalanan panjang. Pembangunan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada perdagangan dan ekspor bahan mentah. Bahkan Keseriusan pemerintah untuk membangun kelembagaan mendapatkan manfaat dari KBE juga perlu dipertanyakan. Banyak negara telah memanfaatkan KBE sebagai strategi pembangunan nasional. Jepang adalah pionir di Asia. Korea Selatan tercatat sebagai negara yang menginspirasi dan mendapatkan apresiasi luas atas keberhasilannya memaksimalkan manfaat dan potensi KBE, melejitkan pembangunan ekonomi negara tersebut. Kemudian menyusul China dan India Continue Reading

Spesialisasi dan Tipologi Kota

August 27, 2014 @ 6:23 am
posted by rahmat yananda
Dalam 4 (empat) siklus gelombang revolusi industri (1787-1845, 1846-1895, 1896-1947 dan 1948-2000) versi Kondratief, semenjak gelombang pertama kota telah menjadi lokasi geografi terjadinya revolusi industri. Gelombang revolusi industri tersebut ditentukan oleh 5 (lima) faktor: inovasi kunci, industri kunci, organisasi industri, angkatan kerja dan geografi (lokasi) (dalam Kim dan Short, 28-29). Tabel berikut dapat meringkaskannya: Tabel 1.7. Empat siklus Kondratief Gelombang Pertama (1787-1845) Gelombang Kedua (1846-1895) Gelombang Ketiga (1896-1947) Gelombang Keempat (1948-2000) Inovasi Kunci mesin pe- mintal baja bessemer, kapal uap lampu listrik, kendaraan bermotor transistor, komputer Industri Kunci katun, besi baja mobil dan produk kimia elektronik Organisasi Industri pabrik ukuran kecil pabrik ukuran besar pabrik skala besar pabrik skala kecil dan besar Angkatan Kerja mengoperasi- kan mesin pengerajin tidak terampil bipolar Geografi kota kota konurbasi region Continue Reading

Kota dan Inovasi

May 6, 2014 @ 6:55 am
posted by rahmat yananda
Kota dan Inovasi M Rahmat Yananda KOMPAS, 07 Agustus 2013 Sebuah kota ternyata bisa bangkrut. Ekonom Edward Glaeser (2011) menyampaikan fakta-fakta yang menjadi pertanda kebangkrutan Detroit, sebuah kota industri di Amerika Serikat. PUDARNYA pamor Detroit pertama-tama terlihat dari statistik penduduknya. Sejak tahun 1950 sampai 2008, populasi kota menyusut di atas satu juta orang atau sekitar 58 persen. Sepertiga penduduk Detroit hidup dalam kemiskinan. Tahun 2009, angka pengangguran 25 persen, 9 persen lebih tinggi dari kota besar lain dan 2,5 kali angka rata-rata nasional. Tahun 2008, Detroit adalah kota dengan tingkat pembunuhan tertinggi di AS, sepuluh kali lebih tinggi dari New York. Menurut Glaeser, kebangkrutan Detroit ─yang tadinya simbol industri otomotif di AS ─karena kota tersebut mematikan daya inovasi ekonomi kota. Perusahaan-perusahaan kecil atau industri rumahan terpinggirkan dan diganti oleh manufaktur besar seperti pabrik mobil Ford. Idealnya, kota tempat pembiakan Continue Reading