Today: December 15, 2017
rss

Right to The Digital City: Perbincangan Tentang Smart City

December 9, 2017 @ 10:53 am
posted by rahmat yananda
Oleh : M. Rahmat Yananda Tulisan ini membahas tentang perkembangan kota termutakhir dikaitkan dengan pemikiran Henri Lefebvre tentang Right To The City (RTC). Dimulai dengan gagagsan Lefebvre tentang RCT dan konsep triadik produksi ruang, yang terjadi pada masyarakat industri menyebabkan terjadinya deprivasi(deprived) dan diskonten (discontent). Kota-kota hadir karena pengaruh teknologi/inovasi semenjak ditemukannya mesin uap sampai dengan komputer dan teknologi digital. Kota-kota mengikutinya perkembangan terknologi komputer tersebut,  dari kota virtual, informational, intelligent, digital, ubiquitous, yang semuanya dapat ditempatkan di bawah payung Smart City (SC). Dalam perjalanannya, pembangunan dan perkembangan SC ditenggarai sarat kepentingan korporasi dan menjadikan pemerintah menjadi agennya. Penguasaan teknologi oleh korporasi dan diimplementasikan mengembalikan lagi warga menjadi konsumen dan objek kota seperti era Revolusi Industri. Mengatasi hal tersebut dibutuhkan teknologi Continue Reading

Pembangunan Kota: Berbasis Manusia Versus Tempat

February 8, 2017 @ 11:12 am
posted by rahmat yananda
Tudingan Anies Baswedan kepada pasangan calon (paslon) petahana Basuki – Djarot yang hanya fokus pada pembangunan fisik Jakarta mengemukakan isu klasik dalam pembangunan kesejahteraan, yaitu berbasis manusia versus berbasis tempat. Tudingan tersebut muncul dalam debat perdana (13/01/17) paslon Gubernur DKI Jakarta 2017 – 2022. Paslon Agus – Sylvi menyampaikan akan menggelontorkan bantuan tunai sementara dan program 1 miliar berbasis Rukun Warga (RW). Paslon Anies – Sandi yang berkampanye tentang penguatan ekonomi warga berbasis kecamatan. Paslon ini juga akan meningkatkan pelayanan Kartu Jakarta Pintar (KJP) berbasis individu, yang merupakan kelanjutan dari program Basuki – Djarot. . Dikotomi pembangunan (kota) berbasis manusia versus tempat adalah perdebatan klasik (Louis Winnick dalam Roger Bolton, 1992) dalam kebijakan perkotaan. Menurut Winnick, peningkatan kesejahteraan lebih ideal berbasis individu dibandingkan peningkatan kesejahteraan berbasis tempat. Oposisi individu Continue Reading

Identitas Kompetitif Jakarta

January 13, 2017 @ 3:25 pm
posted by rahmat yananda
Jakarta yang akan mencari pemimpin untuk periode 2017 – 2022 seharusnya mendapatkan gubernur yang mampu mendorong pembangunan region perkotaan Jakarta;  menjadi Jakarta teladan pembangunan kota – kota nasional;  dan Jakarta membangun reputasi bangsa sebagai kota global.  Jakarta harus melakukan hal tersebut karena memiliki fungsi – fungsi unggul dan sumber daya perkotaan. Perdebatan Pemilukada DKI Jakarta 2017 sarat dengan isu – isu lokal terkait pembangunan infrastruktur, efektivitas birokrasi dan pemimpin, program pelayanan warga dan lain – lain. Perdebatan isu terjadi antar kandidat dan tak kalah serunya adalah perdebatan anggota tim sukses dan pendukung (baca : follower di media sosial). Sayangnya, perdebatan tersebut belum mengantarkan pemilih dan khalayak secara tegas pada posisi di mana Jakarta akan ditempatkan dalam pembangunan tingkat region perkotaan, nasional dan global. Tulisan ini mencoba membantu memosisikan Jakarta dalam tingkat global, yang kemudian bisa dimanfaatkan Continue Reading
Pengantar Pemanfaatan strategi branding secara tidak langsung telah diakui terjadi dalam gerakan produksi dan konsumsi produk – produk  lokal yang terkenal sebagai gerakan One Village One Product (OVOP). Di sebagian negara yang ingin mengembangkan OVOP mendapatkan hambatan memasarkan produk lokal secara nasional maupun internasional yang disebakan oleh kekurangan sertifikasi kelayakan produk karena ketiadaan organisasi yang menyelengarakan. Mengatasi masalah tersebut sejalan dengan persyaratan kualifikasi dan sertifikasi, pemerintah membangun citra brand produk dengan memanfaatkan mekanisme branding lokal (Uchikawa, 2012 : 174). OVOP merupakan gerakan pembangunan ekonomi lokal yang diisiasi di Oita Prefecture, Jepang, pada tahun 1977, yang bertujuan untuk merevitalisasi ekonomi pedesaan (rural). Konsep dasar OVOP adalah mendorong desa – desa di Oita memilih satu produk yang distingtif di region tersebut dan mengembangkannya untuk dapat diterima secara nasional dan global (Fujita Continue Reading

Brand Indonesia

January 12, 2017 @ 12:30 pm
posted by rahmat yananda
Pasangan capres-cawapres Jokowi- Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta perlu menawarkan Brand Indonesia dalam visi, misi dan program (aksi) untuk memudahkan segenap pemangku kepentingan memahami secara jelas peta jalan Indonesia ke depan, khususnya  menghadapi persaingan global dan  menghadapi pasar bebas Asean 2015 yang sudah di depan mata. Visi, misi dan program (aksi) yang padu menjadi Brand Indonesia memudahkan  semua pihak di dalam dan di luar negeri bereaksi dan mengambil posisi. Dan akan menjadi sempurna jika Brand Indonesia yang ditawarkan para capres juga kongruen dengan brand personal mereka sebagai pihak-pihak yang akan mewujudkannya. Brand Indonesia sebagai suatu brand bangsa (nation brand). Menurut American Marketing Association (1960) brand didefinisikan sebagai “nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi semuanya, yang dimaksudkan untuk mengindentikasi barang dan jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan membedakannya dari pesaing”. Konsep brand telah Continue Reading

Pembangunan Perkotaan dan KBE

January 11, 2017 @ 12:31 pm
posted by rahmat yananda
Kehadiran investasi asing membawa industri berbasis teknologi yang mampu mempromosikan dan mendorong ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy/KBE) adalah kabar menggembirakan untuk Indonesia. Laporan yang bertajuk “Indonesia Innovation Profile” dalam Innovation in Southeast Asia (OECD, 2013) dapat menggambarkan keadaan Indonesia dalam pembangunan KBE yang ditopang oleh  ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, masih merupakan perjalanan panjang. Pembangunan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada perdagangan dan ekspor bahan mentah. Bahkan Keseriusan pemerintah untuk membangun kelembagaan mendapatkan manfaat dari KBE juga perlu dipertanyakan. Banyak negara telah memanfaatkan KBE sebagai strategi pembangunan nasional. Jepang adalah pionir di Asia. Korea Selatan tercatat sebagai negara yang menginspirasi dan mendapatkan apresiasi luas atas keberhasilannya memaksimalkan manfaat dan potensi KBE, melejitkan pembangunan ekonomi negara tersebut. Kemudian menyusul China dan India Continue Reading

Brand dan Place Branding

August 28, 2014 @ 1:38 pm
posted by rahmat yananda
Sebelum membahas tentang perbedaan keduanya, ada baiknya kita mengupas tentang konsep brand itu sendiri. Menurut American Marketing Association (AMA), brand adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain atau kombinasi dari semuanya, yang ditujukan untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual untuk memberi- kan differensiasi dari yang lain yang saling bersaing. Brand merupakan seperangkat aset (dan liabilities) terkait dengan nama merk dan simbol yang menambahkan atau merupakan turunan dari nilai yang disediakan oleh sebuah produk atau jasa (Aaker, 1996). Brand pada dasarnya adalah pesan atau simbol yang membedakan dan digu- nakan untuk mengidentifikasi satu produk atau jasa. Tujuan brand adalah membangun differensiasi dari satu produk dengan produk sejenisnya. Secara historis, istilah brand berasal dari kata "brandr" yang berarti "to burn". Pada suatu masa, pemilik ternak mengecap ternaknya dengan membakar permukaan kulit ternak tersebut untuk menandai Continue Reading

Spesialisasi dan Tipologi Kota

August 27, 2014 @ 6:23 am
posted by rahmat yananda
Dalam 4 (empat) siklus gelombang revolusi industri (1787-1845, 1846-1895, 1896-1947 dan 1948-2000) versi Kondratief, semenjak gelombang pertama kota telah menjadi lokasi geografi terjadinya revolusi industri. Gelombang revolusi industri tersebut ditentukan oleh 5 (lima) faktor: inovasi kunci, industri kunci, organisasi industri, angkatan kerja dan geografi (lokasi) (dalam Kim dan Short, 28-29). Tabel berikut dapat meringkaskannya: Tabel 1.7. Empat siklus Kondratief Gelombang Pertama (1787-1845) Gelombang Kedua (1846-1895) Gelombang Ketiga (1896-1947) Gelombang Keempat (1948-2000) Inovasi Kunci mesin pe- mintal baja bessemer, kapal uap lampu listrik, kendaraan bermotor transistor, komputer Industri Kunci katun, besi baja mobil dan produk kimia elektronik Organisasi Industri pabrik ukuran kecil pabrik ukuran besar pabrik skala besar pabrik skala kecil dan besar Angkatan Kerja mengoperasi- kan mesin pengerajin tidak terampil bipolar Geografi kota kota konurbasi region Continue Reading

Kota dan Inovasi

May 6, 2014 @ 6:55 am
posted by rahmat yananda
Kota dan Inovasi M Rahmat Yananda KOMPAS, 07 Agustus 2013 Sebuah kota ternyata bisa bangkrut. Ekonom Edward Glaeser (2011) menyampaikan fakta-fakta yang menjadi pertanda kebangkrutan Detroit, sebuah kota industri di Amerika Serikat. PUDARNYA pamor Detroit pertama-tama terlihat dari statistik penduduknya. Sejak tahun 1950 sampai 2008, populasi kota menyusut di atas satu juta orang atau sekitar 58 persen. Sepertiga penduduk Detroit hidup dalam kemiskinan. Tahun 2009, angka pengangguran 25 persen, 9 persen lebih tinggi dari kota besar lain dan 2,5 kali angka rata-rata nasional. Tahun 2008, Detroit adalah kota dengan tingkat pembunuhan tertinggi di AS, sepuluh kali lebih tinggi dari New York. Menurut Glaeser, kebangkrutan Detroit ─yang tadinya simbol industri otomotif di AS ─karena kota tersebut mematikan daya inovasi ekonomi kota. Perusahaan-perusahaan kecil atau industri rumahan terpinggirkan dan diganti oleh manufaktur besar seperti pabrik mobil Ford. Idealnya, kota tempat pembiakan Continue Reading

Spesifikasi Produk : City Branding

@ 5:47 am
posted by rahmat yananda
Insight Indeks City RepTrack pada 201 3menempatkan Jakarta pada peringkat ke-92 dari 100 kota berdasarkan reputasi yang dimilikinya. Pada tahun sebelumnya, Jakarta masih diperingkat ke - 84. Capaian terakhir Jakarta ini menjadikan ibukota Indonesia berada diposisi buncit di antara kota-kota utama di Asia Tenggara. Sebagai catatan, pada 2012 Bali merupakan kota dengan reputasi terbaik di ASEAN.   City RepTrack 2012-2013: Kota-Kota di Asean Indeks City RepTrack ini mencerminkan tingkat kepercayaan, kebanggaan, kehormatan dan perasaan atau ikatan emosional pemangku kepentingan terhadap sebuah kota. Menurut pembuat indeks ini, reputasi kota merupakan dampak dari kinerja kota yang bersangkutan. Kota dengan reputasi yang baik akan lebih mudah mendatangkan investasi dan turis, menarik minat SDM dengan keahlian tinggi, memudahkan ekspor dan juga membangun diplomasi publik. City RepTrack dibuatoleh Reputation Institution, lembaga yang didirikan oleh Charles Fombrun dan Ceesvan Riel Continue Reading